This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, September 15, 2011

Fenomena Ganjil Genap

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

                Belakangan ini dikalangan aktivis (terutama di fakultas saya) sering muncul diskusi tentang fenomena ‘ganjil-genap’. Apa itu fenomena ‘ganjil-genap’ ? check this out ! J

                Tepat pada tanggal 8-10 september 2011 dilaksanakan PPSMB (ospek) di Universitas Gadjah Mada, termasuk FK UGM tentunya. Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan untuk terlibat dalam PPSMB sebagai panitia. Pada PPSMB 2011 ini saya kembali lagi memilih menjadi pemandu PPSMB, ini adalah yang ketiga kalinya berturut-turut saya berpartisipasi dalam PPSMB sebagai pemandu.

                Banyak sekali rasa yang tersirat di dalam hati, ada rasa sedih, karena dengan datangnya 2011 maka 2007 telah lulus dari kampus, so…tinggallah kami (2008) sebagai angkatan tertua di kampus, hati ini sering bertanya-tanya kemudian “lalu..siapa lagi yang akan kupandang sebagai panutan setelah tidak ada lagi kakak angkatan di kampus ? bagaimana harus bertindak sebagai panutan yang baik untuk adik-adik ?”..meskipun demikian, senangpun tetap menghampiri, menemani rasa sedih di hati. Senang, melihat adik-adik 2011 yang penuh semangat. Banyak sekali rasa, sulit untuk dilukiskan dengan baik, tapi rasa itu indah di hati seperti pelangi yang warnanya bercampur menimbulkan keindahan dilangit, enghasilkan keteduhan hati saat memandang.

                Banyak sekali pertanyaan yang timbul dalam hati, termasuk diantaranya terbesit, “waah..ini angkatan ganjil ya..akankah sama seperti tahun-tahun sebelumnya ?”. Mungkin diantara orang-orang yang membaca bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan angkatan ganjil ?

                Entah sejak kapan mitos ini dimulai, yang jelas, beberapa fakta membuktikan bahwa angkatan genap adalah lebih baik dibanding angkatan ganjil, bahwa angkatan ganjil adalah anak-anak yang cukup sulit diberikan masukan dan usulan. Awalnya saya tidak percaya akan hal ini, tapi beberapa kisah dan fakta yang saya lihat membuktikan itu semua, lalu muncul pertanyaan di benak saya, “kenapa bisa jadi kayak gini ?”. saat saya baru saja menjabat sebagai ketua lembaga, saya bertanya kepada pengurus sebelumnya (2007) sebagai pertimbangan untuk mengembangkan lembaga pada tahun kepengurusan saya, lalu apa jawab beliau ? beliau menjawab, “dek, jangan lihat kepengurusan kami dek, lihat saja kepengurusan 2006, ada banyak hal baik yang bisa diambil pelajaran”. Setelah kepengurusan saya berjalan, seorang kakak 2007 bertanya tentang kondisi anak-anak 2008, setelah mendapatkan jawaban dari saya beliau berkata, “enak ya 2008, ukhuwahnya di wujudkan lewat tindakan (rihlah, makan2, ngasih hadiah, dll), kompak...solid…g kyk 2007, masa ada anak 2007 yang blg ‘ukhuwah kita dihati saja sudah cukup’..”. ditambah lagi dengan track record angkatan genap yang cenderung baik, 2002 saya sebut sebagai awal kemapanan KaLAM sejak pertama kali terbentuk, dimotori oleh mas Aldi KaLAM akhirnya memiliki konsep kaderisasi yang mapan dan beralur, saat itu diberi nama Daurah Marhalah (DM) sekarang berganti nama menjadi LK. Dahulu konsep ini sangat ditentang oleh pengurus, karena akhirnya akan menipiskan peluang orang-orang untuk berkecimpung dalam KaLAM karena prosesnya yang panjang. Saya sangat ingat beliau berkata, “waktu itu saya katakan kepada forum : lebih baik saya memiliki 3 orang yang komitmen menggerakkan KaLAM dari pada banyak orang tapi tidak memiliki komitmen terhadap KaLAM.” Ya…itu memang benar, dengan konsep seperti itu maka akan terlihat siapakah yang komitmen, dan orang-orang yang berhasil lolos dari setiap DM akan memiliki kebanggaan tersendiri berhasil menjadi anak KaLAM dengan proses yang panjang. Entah bagaimana caranya, konsep kaderisasi berjenjang ini akhirnya dapat ditemui di seluruh SKI di UGM. Tapi perlu dipahami, konsep yang disampaikan oleh beliau tidak selonggar konsep saat ini yang penuh dengan toleransi.

2004 (kata fakultas lain) merupakan masa-masa kejayaan KaLAM, semua fakultas kenal dengan KaLAM bahkan ditingkat Nasional KaLAM menjadi LDFK terbaik se Indonesia. 2006 berhasil muncul dengan inovasi-inovasinya dan lebih terbuka terhadap masyarakat FK. 2008 (konon katanya) yang paling solid.

Tidak hanya di KaLAM, keluhan yang sama pun terjadi dalam lembaga-lembaga lain di FK. Meskipun demikian, saya tetap meyakini bahwa ini adalah mitos bodoh yang insya Allah dapat kita perbaiki. Ada beberapa fakta menarik yang perlu kita pahami dari angkatan ganjil, yang bagi saya itu adalah kelebihan yang mereka miliki. Mas Dana (2001) menjual TV-nya untuk dibelikan hijab agar syura-syuranya dapat dipisahkan tempat ikhwan-akhwat. 2003, Mas Eka dkk mengadvokasi agar KaLAM memiliki secretariat, walhasil, mereka berhasil mendapatkan sekretariat di masjid ibnu sina lantai 2. 2005, pelaksanaan antibiotic 2 FULDFK. Meskipun acara ini dipersiapkan sejak kepengurusan mas Fajrin (2004), tapi kesuksesannya tidak lepas dari kinerja mas Ipung dkk. Begitulah fakta-fakta menarik angkatan ganjil yang dilupakan orang-orang hingga menyepelekannya.

Mungkin memang terdapat kekurangan mendasar yang perlu diperbaiki. Kalau boleh saya berpendapat, mungkin kekurangan itu adalah ukhuwah (seperti yang dikatakan di atas). Hal ini dikuatkan dengan pendapat kakak kelas 2005 yang mengatakan bahwa angkatan genap itu memang lebih solid. Tidak ada yang memungkiri setiap pribadi-pribadi dari angkatan ganjil, mereka adalah orang-orang hebat. Hanya saja kehebatan mereka hanya pada diri masing-masing, mereka tidak memadukannya dalam sebuah ukhuwah yg solid. Mungkin karena mementingkan diri sendiri. Beberapa orang terkesan meninggalkan amanah untuk urusan pribadinya, dengan masalah pribadinya yang sebenarnya masalah itu juga dialami oleh teman-teman seamanahnya (akademik contohnya) hingga banyak diantara temannya yang terkorbankan. Mungkin mereka tidak bermaksud seperti itu, hanya saja mereka terlalu diam, tidak mengkomunikasikannya dengan teman lainnya.

Dahulu, saya pernah berupaya untuk memutuskan mitos ini di tahun 2009. Tapi banyak sekali nada sumbang yang pesimis bahwa hal ini akan berhasil, akhirnya saya pun tidak berupaya semaksimal mungkin dan membiarkan semua berjalan begitu saja. Tapi…untuk 2011, saya tidak akan bersiam diri lagi. Ini harus diputuskan sampai disini. Mereka (2011) memiliki potensi yang rindu untuk dikembangkan, mitos ganjil-genap jangan sampai menjadi penghalang kita untuk membantu mereka mengembangkan diri. Jangan under estimate karena boleh jadi, mereka (sebenarnya) lebih baik dari kita. Satu hal yang sangat saya suka dari anak-anak angkatan ganjil yaitu mereka adalah orang-orang yang calm dan bijak hingga pantas untuk dijadikan panutan.

Mungkin angkatan saya memang cukup jauh untuk bisa menjangkau mereka, tapi..saya memiliki adik2 2010 yang juga memiliki pemikiran yang sama untuk mmemutuskan mitos ini. Semangat ! semoga bermanfaat untuk FK kedepan J

Allahu a’lam

Sunday, August 21, 2011

Shalat di masjid dekat kuburan

Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam tak lupa senantiasa tercurahkan kepada Junjungan kita Nabi Agung Rasulullah Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam.
ini tentang shalat di dekat kuburan. Saya mencoba merangkum beberapa pendapat ulama tentang ini, tafadhal silahkan antum sekalian memilih pendapat yang menurut antum mendekati kebenaran. Sebagaimana sabda Rasulullah berkenaan dengan para mujtahid bahwasanya jika pendapat mereka benar, maka baginya 2 pahala. Jika salah, maka baginya 1 pahala. Demikianlah Rasulullah telah menerangkan, maka silahkan antum memilih diantara beberapa pendapat dan janganlah saling menyalahkan karena setiap Ulama memiliki landasan ijtihad yang baik.

…………………………………..

Hadits 1.
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Allah melaknat kaum yahudi dan nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para Nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)

Hadits 2.
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi mereka dan orang-orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, maka janganlah kamu menjadikan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kamu dari hal itu” (HR. Muslim)

Hadits 3.
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“Bumi ini seluruhnya adalah masjid kecuali kuburan dan kamar mandi” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Darimy)

Hadits 4.
Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
“janganlah kalian shalat menghadap ke kuburan atau di atas kuburan” (HR. Muslim dan Abu Daud)

……………………………………………

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ketika ditanya perihal ini beliau menjawab :
“Jika di dalam masjid tersebut terdapat kuburan, maka tidak sah shalat di dalamnya. Baik kuburan tersebut di belakang orang-orang shalat maupun di depan mereka, baik di sebelah kanan maupun kiri mereka. Hal ini berdasarkan hadits 1 dan hadits 2”
Beliau mengatakan “jika di dalam masjid tersebut terdapat kuburan…baik di belakang atau depan, kanan atau kiri” maka tidak sah shalat di dalam masjid tersebut -penj.

Mengenai hal ini masih terdapat perbedaan pendapat di Kalangan para ulama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata “para Fuqaha telah berbeda pendapat mengenai shalat di area pekuburan, hukumnya haram atau makruh ? jika dikatakan haram maka apakah shalatnya tetap sah (meskipun pelakunya berdosa) atau tidak ? yang masyhur diantara kami bahwa hukumnya haram dan shalatnya tidak sah”
Para Ulama mengatakan haram dan shalatnya batal berdasarkan 3 hal, yaitu (1) hadits 1, (2) hadits 3, dan (3) shalat di area pekuburan dimungkinkan sebagai washilah yang menyeret kepada penyembahan kuburan atau menyerupai penyembah kubur.

Demikian pula hukumnya jika suatu masjid dibangun di atas suatu kuburan, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Demikian pula hukumnya jika suatu masjid dibangun di atas suatu kuburan karena masjid itu masuk dalam kategori area pekuburan, mengingat bahwa ketika kuburannya dalam masjid berarti masjid itu telah menjadi tempat pekuburan. Adapun jika suatu mayat dikuburkan dalam masjid (masjid telah dibangun lebih dulu) maka wajib hukumnya untuk membongkar kuburan tersebut dan dipindahkan ke pekuburan kaum muslimin dan tidak boleh dibiarkan tetap di dalam masjid. Namun shalat di dalam masjid tersebut tetap sah selama kuburannya bukan di depan orang yang shalat, karena jika demikian –kuburannya di depan orang shalat- maka shalatnya batal”. Ketegasan larangan shalat menghadap ke kuburan ini berdasarkan dalil hadits 4.
………………………………………………………
Bagaimana jika kuburannya berada diluar masjid, dan terdapat pemisah (dinding) ?

Syaikh Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman Hafizhahullah berpendapat, “pendapat yang benar ialah (tetap) terlarang melakukan shalat di masjid yang terletak diantara kubur sampai batas tambahan di luar batas / dinding masjid yang dapat memisahkannya (masjid –penj) dengan (daerah) kubur, dan sesungguhnya dinding masjid belum dianggap cukup sebagai pembatas antara orang yang shalat dengan kubur tersebut”. Pendapat ini sama dengan pendapat Imam Ahmad yang berpendapat tidak boleh shalat di masjid yang di depannya ada kuburan hingga terdapat dinding lain selain dinding masjid sebagai pemisah.

Sementara itu, sebagian ulama mengatakan dinding itu adalah pemisah, sehingga apabila ada masjid yang di luarnya (di luar dinding masjid) terdapat kuburan (termasuk di depannya) maka shalat di dalamnya tetap sah. Hal ini sebagaimana pendapat Syaikh Kami Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i yang mengatakan bahwa shalat di masjid yang di depannya terdapat pekuburan yang berada di luar dinding masjid adalah sah, sebab larangan shalat itu tertuju pada masjid yang di dalamnya terdapat kubur, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits 2, hadits 3, dan hadits 4. Beliau berkata, “Larangan ini berlaku jika shalat itu dilakukan menghadap kubur tanpa ada penghalang atau dinding. Adapun apabila terdapat dinding atau penghalang sehingga kubur itu terletak di luar masjid maka shalat itu insya Allah tetap sah”. Syaikh Ibnu 'Utsaimin dan Syaikh Kami Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i berpendapat sah shalat di masjid yang seperti itu.

Wallahu a’lam bishshawab.

Thursday, July 28, 2011

Dakwah Kampus (1)

Tidak ada lagi pihak yan meragukan bahwa betapa pentingnya dakwah kampus. Disinilah tempat berkumpulnya generasai penerus bangsa. Akan baik atau tidak bangsa kita pada masa yang akan datang ? semuanya dapat diprediksi dengan melihat wajah-wajah generasainya, sifat-sifatnya, serta karakter generasinya. Demikian pula pentingnya kampus ini untuk mengembalikan kejayaan Islam sehingga kampus tidak pernah lepas dari garapan dakwah.

Kampus memang bukan tempat terakhir, bukan pula hasil akhir. Kita berharap dakwah kampus dapat menghasilkan generasi yang peduli dengan islam, memiliki pemahaman Islam yang Syamil dan berusaha memperjuangkannya. Dimana akan memperjuangkannya ? nanti..saat kita semua telah memasuki dunia pekerjaan, ketika kita telah memasuki ranah publik. Lalu untuk apa berjuang dikampus ? ya…kita berjuan untuk membangung generasi, mematangkan pemikiran, memberikan pelajaran yang berarti hingga siap bertualang menyebarkan islam dan menjadikan Islam sebagai petunjuk dalam setiap sendi kehidupan.

So…dakwah kita bukan berakhir ketika kita lulus kuliah, melainkan perjuangan yang sebenarnya baru akan dimulai. Saya mengingatkan, don’t be futur…karena ini belum ada apa-apanya.

Dakwah kampus ini begitu sangat penting posisinya dalam membangun generasi, tapi mahasiswa sendiri tidak menyadarinya. Segala aktifitasnya dikerjakan seadanya, sesuai keinginannya bukan kemampuannya. Punggawanya tidak berani mengambil resiko, sehingga dakwah terkesan moton, tak ada variasi. Tidak berani mengambil langkah-langkah baru, sulit memunculkan ide baru, semua dijalankan hanya berdasarkan “Tahun lalu juga kayak gini kok”. Jika terus begini, tidak akan berkembang dakwah ini. Jika terus begini maka saya akan berkata “hebatlah para pendahulu yang mempunyai inisiatif dan kreatifitas dalam membangun konsep bangunan dakwah kampus”. Tak masalah memang jika ingin melaksanakan program lama tapi jangan lupa dianalisis terlebih dulu apakah masih layak dengan kondisi sekarang atau tidak, atau mungkin bisa ditambahkan dengan sedikit variasi agar tidak membosankan.

Dakwah kampus saat ini mulai kehilangan ruhnya. Segolongan orang yang mulai mengkotak-kotakan lini dakwah kampus, menghilangkan integralitas yang harusnya dipegang kuat dalam menjalankan roda dakwah kampus. Mereka mulai meninggalkan simat keshalihan dengan anggapan agar mudah bergaul. Jarang muncul di masjid dengan alasan mad’u dakwah kita ada diluar sana. Mereka tidak menyadari secara perlahan mereka mulai menjauh dari muwashafat seorang kader dakwah, mereka mulai jarang muraja’ah hafalan apalagi menambah hafalan. Mereka mulai jarang menghadiri kajian apalagi membaca buku-buku agama. Mereka telah seperti teko yang kosong, ingin menuangkan air (ilmu agama) ke setiap gelas (mad’u) tapi sayang air (ilmu agama) nya tidak ada. Aneh ! aneh sekali ! lalu apa sebenarnya yang ingin disampaikan ?!!!

Dakwah kampus saat ini mulai memasuki fase kejenuhan yang nyata. Masalah yang dihadapi itu-itu saja, aktivisnya lemot-an, tidak cepat menanggapi isu  dan momentum besar. Aktivisnya hilang timbul, seperti botol yang mengarungi lautan, kalau syura jarang datang tapi kalau rihlah muncul terus, kalau ada kajian nggak pernag datang kalau nonton bareng datang. Ada juga yang “sok-sok an” kalau nonton bareng atau rihlah untuk mempererat ukhuwah nggak mau datang, alasannya “ane punya cara sendiri untuk meningkatkan ruhiyah ane, rihlah itu buang-buang waktu”. hah…jangan egois akhiy…ukhty…teman seperjuangan kita memiliki banyak karakter, ada yang kuat ada yang perlu dikuatkan, ada yang cepat ada yang perlu dipercepat langkahnya. Kita harus saling memahami akhiy…ukhtiy…bagi yang Cuma suka acara senang2, sadarilah ! bahwa teman antum bersusah-susah dengan amanahnya disaat yang sama antum tertawa riang, andai saja antum turut membantunya berpikir dan ikut sedikit bersusah-susah dengan dia maka ukhuwah akan semakin erat. Bagi yang merasa sudah kuat, jangan “sok-sok an” akhiy..ukhty..sadarilah ! bahwa dakwah ini memang berat, terkadang kita memang butuh sedikit hiburan –berhibur tiada salahnya, asal tidak berlebihan, andai saja antum ikut dalam rihlah dan semacamnya yang mempererat ukhuwah, antum dapat berbagi dengan yang lain tentang masalah antum dan antum dapat menguatkan teman-teman yang masih perlu dikuatkan. Dan ukhuwah ini akan menjadi lebih indah, indahnya saling memahami.

Entah sampai kapan kita akan seperti ini. Kita masih saja berkutat dengan masalah kita sendiri, ada yang lepas karena beratnya amanah, ada yang lepas karena merasa muatan dakwahnya kurang, ada juga yang kena VMJ. Hmm…saya juga tidak tau akan sampai kapan, mungkin kita memang belum lulus ujian ini sehingga Allah terus menguji kita kembali dengan hal yang sama.

Segeralah bangkit !!! agar kita bisa berseru dengan mantap kearah mad’u, karena tubuh kita telah kokoh dan kuat menunjukkan ukhuwah islamiyah. ini juga menjadi evaluasi bagi saya yang masih berkecimpung di dunia 
dakwah kampus. semoga bisa diambil hikmahnya.

Allahu A'lam

Tuesday, June 21, 2011

Akhwat Genit ?? apaan tuh ?


Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain,” (HR. Muslim, no. 2564).
Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat.
Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat.

Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai di dalam tulisan saya ini.

Demi Allah, sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’inya (pakaian muslimah yang sesuai ajaran Islam), melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, keistiqomahan seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian.
Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh Allah tidak akan memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.
Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, . . .
Namun sayang sungguh sayang, sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wal’iyyadzubillah!.
Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang disebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari’at. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i.
Akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.
Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari’at.
Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu,” (HR. Muslim). Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis.
Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik, namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya.
Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik, namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya.
Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya.” (QS. An-Nur : 24).
Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.
Ciri-ciri akhwat genit:
1.    Berpakaian yang mengundang pandangan
Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.
2.    Senang dilihat
Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.
3.    Kata-kata mesra yang Islami
Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan kata-kata mesra kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. misalnya; Jazakallah yach akhi; Akh, antum bisa saja dech; Pak, jangan sampai telat makan lho; sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang qowi; Kaifa haluka akhi; minta tausiah dunks; Akh, besok syura jam 9, jangan mpe telat lhoo..
4.    SMS tidak penting
Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan Afwan atau Jazakallah.
5.    Banyak bercanda
Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.
6.    Tidak khawatir berikhtilat
Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.
7.    Berbicara dengan nada
Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari’at. Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman yang artinya: “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf.” (QS. Al Ahzab: 32).
Para ulama meng-qiyaskan (menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.
Mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syari’at. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: “Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim).
semoga bermanfaat bagi saudara & saudariku seiman, saya hanya berusaha mengingatkan sesama muslim... n_n
eramuslim.com

Sunday, June 12, 2011

Mereka berubah

Ada sesuatu yang terkadang hanya dimengerti oleh dirimu...
bagaimana orang-orang yang engkau kenal mulai berbeda dalam melihat dirimu...
meskipun mereka bersikap biasa saja...
tapi engkau menyadari...bahwa mereka berubah...

mereka tidak akan kembali...
karena tidak menyadarinya...
bagi mereka semua terasa biasa saja...
tapi engkau menyadari...bahwa mereka berubah...

dihadapanmu hanya ada kegelapan..
satu persatu orang disekitarmu mulai berpaling..
ada yang menertawakan..ada yang menghina..
mereka berpikir engkau tidak menyadarinya...
tapi engkau menyadari..bahwa mereka berubah..

tundukkanlah dirimu padaNya..
satu cinta yang tidak akan pernah pudar...
tidak akan pernah berubah...
tidak akan mengecewakan...
tidak akan menjatuhkanmu...
tidak akan mempermalukanmu...
Cinta yang kekal Abadi...Allah..Allah..Allah...