Showing posts with label Sirah. Show all posts
Showing posts with label Sirah. Show all posts
Friday, September 7, 2012
Manusia Yang Dapat Berbicara Saat Bayi
Imam Bukhari meriwayatkan, dari
Muslim Ibn Ibrahim, dari Jarir Ibn Hazim, dari Muhammad Ibn Sirin, dari Abu
Hurairah, dari Nabi Saw, Beliau bersabda, “Mereka yang pernah berbicara dalam
buaian ada tiga orang, (yang pertama) Isa Ibn Maryam.
(yang kedua) Dahulu ada seorang
pria dari bani Israil yang bernama Juraij. Ketika pada suatu hari ia sedang
melaksanakan shalat, tiba-tiba ada suara ibunya memanggil namanya, lalu ia
berbisik di dalam hatinya : ‘apakah aku harus menjawabnya ataukah aku harus teruskan
shalatku ?’ lalu ia memutuskan untuk melanjutkan shalatnya. Dikarenakan panggilannya
yang tidak juga dijawab, maka ibu itu berdoa, ‘Ya Allah, janganlah engkau
matikan dia sebelum dia melihat wajah-wajah wanita sundal.’ Kemudian pada suatu
hari ketika Juraij berada di rumah ibadah, ia didatangi seorang wanita yang
menawarkan tubuhnya, namun Juraij menolak tawaran tersebut. Lalu wanita itu
pergi untuk menemui seorang penggembala, maka mereka pun melakukan hubungan
intim, hingga akhirnya wanita itu hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika
wanita itu ditanya, ‘siapakah bapak dari bayi ini ?’ Wanita itu menjawab, ‘ini
adalah anak Juraij.’ Lalu masyarakat di sana pun mendatangi tempat ibadah
Juraij dan meghancurkannya, lalu mereka menyeret Juraij dan mengecam
perbuatannya. Setelah itu Juraij mengambil wudhu dan melakukan shalat. Lalu ia
bersama masyarakat di sana mendatangi anak tersebut dan bertanya, ‘siapa
bapakmu wahai anakku ?’ Bayi itu menjawab, ‘seorang penggembala yang bernama si
fulan.’ Maka masyarakat itu pun merasa bersalah dengan tudingan mereka. Kemudian
mereka menawarkan, ‘apakah kamu mau jika tempat ibadahmu kami bangun kembali
dengan lapisan emas ?’ Juraij menjawab, ‘tidak perlu, cukup dengan batu dari
tanah liat saja.’
(sedangkan yang ketiga) Dahulu ada
seorang perempuan bani Israil yang sedang menyusui anaknya. Lalu ketika
perempuan itu melihat ada seorang laki-laki yang mengendarai hewan tunggangan
dan mengenakan pakaian yang memperlihatkan kewibawaannya. Lalu wanita itu
berdoa, ‘Ya Allah, jadikan anakku ini seperti pria itu.’ Namun tiba-tiba anak
yang digendongnya itu melepaskan payudara ibunya (seakan menolak doa tersebut).
Kemudian perempuan itu menghadap kearah laki-laki yang berwibawa itu dan
berdoa, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti pria itu.’ Ternyata
setelah berdoa demikian, anak itu kembali meminum air susunya. (Abu Hurairah mengatakan,
“Sekilas aku melihat Nabi seperti menghisap ibu jarinya)
Kemudian perempuan itu melihat
seorang budak wanita, lalu ia berdoa, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku
seperti perempuan itu.’ Namun tiba-tiba anak yang digendongnya itu melepaskan
payudara ibunya. Maka perempuan itu menghadap ke arah budak wanita tadi dan
berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti wanita itu (dalam kesalehannya).’ Kemudian
perempuan itu bertanya kepada anaknya, ‘mengapa kamu melakukan hal-hal itu tadi
?’ Lalu anak itu menjawab, ‘Penunggang hewan tunggangan itu adalah seorang
penguasa yang zhalim, sedang budak wanita itu difitnah telah mencuri dan
berzina, padahal ia tidak melakukannya.’”
Sumber :
Qashash Al Anbiyaa’ (Kisah Para
Nabi), penulis : Imam Ibnu Katsir, penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Saturday, January 28, 2012
Laki-laki yang paling mirip dengan Rasulullah
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Alhamdulillah..Allahumma shalli ‘ala Muhammad Wa ‘ala aliy Muhammad.
Perhatikan pemuda gagah itu. Warna kulitnya cerah bercahaya. Ia lemah
lembut, sopan, santun, pengasih, pengasih, penyayang, baik, rendah hati dan
shalih. Ia pemberani, tak kenal takut. Ia pemurah tak takut miskin. Jiwanya
begitu bersih. Ia jujur dan bisa dipercaya.
Singkat kata, semua sifat baik dan keistimewaan ada pada laki-laki
ini. Anda tidak perlu heran, karena anda sedang berhadapan dengan orang yang paling
mirip bentuk tubuh dan akhlaknya dengan Rasulullah. Dialah Ja’far Ibn Abu
Thalib.
Ja’far ibn Abu Thalib termasuk orang-orang yang memeluk Islam
dimasa-masa awal. Ia datang kepada Rasulullah untuk memeluk Islam. Pada hari
itu, sang istri, Asma’ binti Umais juga memeluk Islam.
Ketika Rasulullah memerintahkan agar kaum muslimin hijrah ke Habasyah,
Ja’far beserta istrinya termasuk didalam rombongan kaum muslimin yang hijrah ke
Habasyah tersebut. Mereka tinggal di sana hingga Allah mengizinkan mereka untuk
pulang ke kampung halaman bertemu dengan Rasul dan para shahabat lainnya.
Pada suatu hari, Rasulullah mengutus
mengutus Abdullah ibn Umaiyyah Adh-Dhamri kepada Najasyi di habasyah
untuk menjemput kaum muslimin yang berada di habasyah pulang bertemu dengan
Rasulullah. Abdullah ibn Umaiyyah Adh-Dhamri kemudian membawa mereka pulang
dengan menggunakan dua kapal hingga tiba di tempat Rasulullah yang ketika itu
berada di khaibar. Saat itu, pasukan Muslimin baru saja meraih kemenangan di
medan khaibar. Rasulullah sangat gembira dengan kedatangan Ja’far Ibn Abu
Thalib, beliau mencium diantara kedua mata Ja’far Ibn Abu Thalib dan
mendekapnya seraya bersabda, “Aku tidak
tahu manakah yang lebih menggembirakanku, kemenangan perang khaibar atau
kembalinya Ja’far”
Telah sangat lama Ja’far tidak bersama dengan Rasulullah dan para
Shahabat. Ia begitu gembira ketika diceritakan kisah-kisah kemenangan kaum
muslimin diberbagai medan pertempuran, ketika mengetahui rekan-rekannya yang
syahid dipeperangan-peperangan yang telah lalu, air matanya pun berlinang
mengingat mereka. Sejak saat itu, ia menantikan peperangan untuk mendapatkan
kesyahidan yang didambakan.
Akhirnya kesempatan itu pun tiba, panji-panji perang Mu’tah berkibar,
Rasulullah mengirim pasukan untuk menghadapi pasukan Romawi dengan menunjuk
Zaid ibn Haritsah sebagai komandan pasukan. Rasulullah Saw. bersabda, “Jika
Zaid gugur, maka yang menjadi komandan pasukan adalah Ja’far Ibn Abu Thalib.
Jika Ja’far Ibn Abu Thalib gugur, maka yang menjadi komandan pasukan adalah
Abdullah Ibn Rawahah.”
Di hari yang mencekam itu, dua pasukan besar tersebut pun berhadapan.
Pasukan Romawi saat itu berjumlah 200 ribu orang, sementara pasukan muslim yang
dikirim ke Mu’tah saat itu berjumlah 3000 pasukan. Pertarungan pun berlansung, peperangan
itu berjalan sengit hingga Zaid Ibn Haritsah gugur dalam medan laga. Sewaktu
bendera pasukan Muslimin hampir jatuh terlepas dari tangan Zaid, Ja’far
menyambarnya dengan cepat. Ketika peperangan mulai memuncak, Ja’far dikepung
oleh banyak musuh, ia merasa kudanya menghalangi geraknya, Ja’far pun turun
dari kudanya dan menerjang kesana kemari. Sekilas ia melihat seorang tentara
musuh melompat hendak menunggangi kudanya. Karena ia tidak ingin kudanya
dikendarai oleh musuh, ia pun menebas kudanya. Perang berlangsung sengit hingga
3 komandan pasukan yang ditunjuk oleh Rasullah wafat dan panji kaum muslimin
pun dipegang oleh Khalid Ibn Walid.
Allah, Zat yang Maha Mengetahui memberikan kabar peperangan dan nasib
Ja’far kepada Rasulullah. Rasul pun menangis. Ibnu Ishaq berkata, “ketika para
komandan pasukan islam gugur, Rasulullah Saw bersabda, ‘bendera perang dipegang
Zaid Ibn Haritsah kemudian ia bertempur hingga gugur sebagai syahid, lalu
bendera perang diambil alih oleh Ja’far Ibn Abu Thalib, kemudian ia bertempur
hingga gugur sebagai syahid.’ Rasulullah diam hingga wajah orang-orang anshar
berubah dan menyangka telah terjadi sesuatu yang tidak disukai pada Abdullah
Ibn Rawahah. Rasulullah Saw. Bersabda lagi, ‘kemudian bendera perang diambil
alih oleh Abdullah Ibn Rawahah, lalu ia bertempur hingga gugur sebagai syahid”.
Setelah itu Rasulullah pergi ke rumah saudara sepupunya tersebut, Ja’far Ibn
Abu Thalib. Beliau memangggil anak-anaknya. Beliau memeluk dan mencium mereka
sementara air matanya bercucuran tak tertahankan.
Begitulah sekelumit kisah tentang seseorang yang bentuk tubuh, akhlak
dan perilakunya mirip dengan Rasulullah, berjuang dengan sabar dan tabah untuk
Allah ia rela mempertaruhkan nyawa, tak terbesit dalam dirinya mundur meskipun
telah jelas kaum muslimin kalah jumlah yang sangat besar dibanding pasukan
Romawi.
Ibnu Hisyam berkata, “ulama yang aku percayai berkata kepadaku bahwa
Ja’far Ibn Abu Thalib memegang bendera perang dengan tangan kanannya hingga
putus, kemudian ia memegang bendera perang dengan tangan kirinya hingga putus,
kemudian ia dekap bendera perang dengan kedua lengannya hingga gugur. Ada yang
mengatakan bahwa salah satu seorang tentara Romawi menyerangnya hingga badannya
terbelah menjadi dua.”
Pedang dan tombak yang membunuh Ja’far hanya penyebrangan bagi Ja’far
untuk bertemu dengan TuhanNya yang Maha Pengasih. Ia akana berada di sisiNya,
ditempat yang mulia, si surge yang abadi, tempat yang didambakan.
Rasulullah bersabda, “aku melihatnya di surga. Dia mengenakan dua
sayap yang masih berlumuran datah dan bertaburkan bintang kehormatan.”
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah
hidup dan perjuangan Ja’far Ibn Abu Thalib, seseorang yang sangat penyantun
terhadap orang-orang miskin kata Abu Hurairah. Seseorang yang bijak dalam
berbicara, mampu memberikan penjelasan yang baik tentag Nabi Isa hingga kaum
Muslimin diperbolehkan tinggal di Habasyah dan diberikan perlindungan
sepenuhnya di negara itu, seseorang yang membacakan surat Maryam kepada Najasyi
Raja Habasyah hingga menangis mendengarnya. Seseorang yang diberikan dua sayap
di surga. Seseorang yang paling mirip bentuk tubuh dan akhlaknya dengan
Rasulullah.
Allahu a’lam Bishshawab..
Referensi :
Sirah Nabawiyah Ibnu Husyam Jilid 2
60 Sirah Sahabat Rasulullah Saw.
Saat-saat berkesan bersama Rasulullah Saw.
Friday, May 20, 2011
10 Shahabat Yang Dijamin Masuk Surga
1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”.
Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.
5. Thalhah Bin Abdullah ra.
selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jarinya. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.
9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.
_Wallahu A'lam_
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”.
Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadiets.
2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.
5. Thalhah Bin Abdullah ra.
selalu aktif disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jarinya. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.
6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.
8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.
9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di baqi’.
10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.
_Wallahu A'lam_
Thalhah Bin Ubaidillah ra
Dengan disertai Abu Bakar, Thalhah pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam. Setelah berhasil jumpa dengan Rasulullah, Thalhah mengungkapkan niatnya hendak ikut memeluk Dinul haq, Islam. Maka Rasulullah menyuruhnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah menyatakan keislamannya di hadapan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, Thalhah dan Abu Bakar pun pergi. Tapi ditengah jalan mereka dicegat oleh Naufal bin Khuwailid yang dikenal dengan "Singa Quraisy", yang terkenal kejam dan bengis. Naufal kemudian memanggil gerombolannya untuk menangkap mereka. Ternyata Thalhah dan Abu Bakar tidak hanya ditangkap saja. Mereka diikat dalam satu tambang lalu dipukuli. Semua itu dilakukan Naufal sebagai siksaan atas keislaman mereka berdua. Oleh karena itu Thalhah dan Abu Bakar dijuluki "Al-Qorinain" atau "dua serangkai". Thalhah adalah seorang lelaki yang gagah berani, tidak takut menghadapi kesulitan, kesakitan dan segala macam ujian lainnya. Ia seorang yang kokoh mempertahankan pendirian meskipun ketika jaman jahiliah.
Saat perang uhud, ketika pertempuran berkobar di sekitar Rasulullah sementara saat itu Rasulullah hanya disertai oleh beberapa orang anshar dan muhajirin. ketika orang-orang anshar satu persatu mati, Thalhah maju dan menghadapi 11 orang musyrik hingga jari-jarinya terputus. dia berkata "rasakan kamu!"
Rasullullah Sallallahu Alaihi wa Sallam menyahut, " andaikata engkau berucap 'bismillah', tentu para Malaikat akan mengangkat dirimu dan orang-orang dapat melihatmu." kemudian Allah membuat orang-orang musyrik itu mundur.
Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam shahih-nya, dari aisyah, dia berkata,"Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata,'pada waktu perang uhud semua orang hendak menghampiri Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Akulah yang pertama kali menghampiri beliau. Kulihat di hadapan beliau ada seseorang yang bertempur menjaga dan melindungi beliau. Aku berkata, ' panahlah terus wahai Thalhah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu'.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata, "kulihat jari-jari tangan Thalhah terpotong, karena melindungi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada perang uhud.
Abu Daud Ath-Thayalisi meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata,"jika Abu Bakar mengingat perang uhud, maka dia berkata, 'hari itu semua milik Thalhah'. "dia juga berkata, "wahai Thalhah bin Ubaidillah, sudah selayaknya jika engkau mendapat surga dan duduk di atas kristal-kristal mutiara yang indah."
At-Tarmidzi meriwayatkan bahwa saat itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang diri Thalhah, "barangsiapa ingin melihat orang mati syahid yang berjalan di muka bumi, maka hendaklah dia melihat Thalhah bin Ubaidillah."
selain pengorbanannya melindungi Rasullullah saat perang uhud, Thalhah jg dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ia adalah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan. Istrinya bernama Suda binti Auf. Pada suatu hari istrinya melihat Thalhah sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat keadaan suaminya, sang istri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah mejawab, " Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan ?" Maka istrinya berkata, "Uang yang ada ditanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir-miskin." Maka dibagi-bagikannyalah seluruh uang yang ada ditangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun. Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah, katanya, "Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya." Jaabir bin Abdullah bertutur, " Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta."
__wallahu a'lam__
referensi:
-sirah nabawiyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri)
-http://www.raudhah.com/internet/thalhah-bin-ubaidillah-pribadi-yang-pemurah-dan-dermawan.html
Saat perang uhud, ketika pertempuran berkobar di sekitar Rasulullah sementara saat itu Rasulullah hanya disertai oleh beberapa orang anshar dan muhajirin. ketika orang-orang anshar satu persatu mati, Thalhah maju dan menghadapi 11 orang musyrik hingga jari-jarinya terputus. dia berkata "rasakan kamu!"
Rasullullah Sallallahu Alaihi wa Sallam menyahut, " andaikata engkau berucap 'bismillah', tentu para Malaikat akan mengangkat dirimu dan orang-orang dapat melihatmu." kemudian Allah membuat orang-orang musyrik itu mundur.
Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam shahih-nya, dari aisyah, dia berkata,"Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata,'pada waktu perang uhud semua orang hendak menghampiri Rasullullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Akulah yang pertama kali menghampiri beliau. Kulihat di hadapan beliau ada seseorang yang bertempur menjaga dan melindungi beliau. Aku berkata, ' panahlah terus wahai Thalhah, ayah dan ibuku sebagai tebusanmu'.
Al-Bukhari meriwayatkan dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata, "kulihat jari-jari tangan Thalhah terpotong, karena melindungi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada perang uhud.
Abu Daud Ath-Thayalisi meriwayatkan dari Aisyah, dia berkata,"jika Abu Bakar mengingat perang uhud, maka dia berkata, 'hari itu semua milik Thalhah'. "dia juga berkata, "wahai Thalhah bin Ubaidillah, sudah selayaknya jika engkau mendapat surga dan duduk di atas kristal-kristal mutiara yang indah."
At-Tarmidzi meriwayatkan bahwa saat itu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang diri Thalhah, "barangsiapa ingin melihat orang mati syahid yang berjalan di muka bumi, maka hendaklah dia melihat Thalhah bin Ubaidillah."
selain pengorbanannya melindungi Rasullullah saat perang uhud, Thalhah jg dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ia adalah seorang dari kaum muslimin yang kaya raya, tapi pemurah dan dermawan. Istrinya bernama Suda binti Auf. Pada suatu hari istrinya melihat Thalhah sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat keadaan suaminya, sang istri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah mejawab, " Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan ?" Maka istrinya berkata, "Uang yang ada ditanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir-miskin." Maka dibagi-bagikannyalah seluruh uang yang ada ditangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun. Assaib bin Zaid berkata tentang Thalhah, katanya, "Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya." Jaabir bin Abdullah bertutur, " Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta."
__wallahu a'lam__
referensi:
-sirah nabawiyah (Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri)
-http://www.raudhah.com/internet/thalhah-bin-ubaidillah-pribadi-yang-pemurah-dan-dermawan.html











