This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Saturday, December 24, 2011

Takbir Menyejarah


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Alhamdulillah, Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aliy Muhammad..
Mungkin beginilah perasaan Rasulullah dan para shahabat saat kalah dalam perang uhud. Di saat kemenganan sudah berada di depan mata, ketidaktaatan terhadap perintah Rasul menjadikan kemengangan itu sirna dalam sekejap, bahkan Rasulpun terdesak hingga hampir saja terbunuh jika tidak dilindungi oleh thalhah bin ubaidillah. Penyebab utama kekalahan itu salah satunya karena orang-orang munafik yang menggerogoti tubuh umat muslim. Ya..mungkin seperti inilah rasanya..

Malam itu, sekitar pukul 3 malam, saat perhitungan hampir selesai dan keunggulan lawan sudah tidak mampu dikejar lagi, ikhwan-ikhwan yang sudah mulai lelah dikumpulkan dan dibariskan di gelanggang mahasiswa. Kami semua berbaris, berbaris dibawah langit yang cukup cerah malam itu dan suasana yang agak dingin. Setelah itu sedikit taujih diberikan untuk mnyemangati ikhwan malam itu, tapi tetap saja sulit, mata kami terus berkaca kaca, tak mampu menahan air mata. “tidak perlu bersedih hati, ini semua adalah ketetapan Allah..kita semua telah menyepurnakan ikhtiar dan doa, tapi apalah daya, Allah telah menetapkan ini semua jauh sebelum alam semesta ini diciptakan, dan inilah hasilnya. Dengan ini, kita semua harus tetap berdakwah, dimanapun, kapanpun, meskipun tanpa lembaga karena tanpa lembaga pun kita semua dapat tetap berdakwah”, seperti itulah kira-kira isi dari taujih malam itu, kemudian dilanjutkan dengan doa rabithah, saat itu, kami semua tak mampu lagi menahan tangis, isak tangis terdengar jelas dari samping kiri dan kanan ku saat itu,.ya..mungkin seperti inilah perasaan Rasulullah dan para shahabat saat kalah dalam perang uhud (tapi yang pasti, pukulan yang dirasakan umat muslim dalam kekalahan uhud mesti lebih menyakitkan dari pada kekalahan yang kami alami).

Setelah doa dipanjatkan, pemimpin barisan mengatakan, “setahun yang lalu, dua tahun yang lalu, kita semua keluar dari gelanggang ini dengan takbir –karena saat itu kami menang-, saat ini, apakah kalian semua berani jika kita bertakbir ?!”..sambil berbisik saya dan beberapa orang dibarisan berkata “berani !”. maka, ditengah sunyi dan senyapnya malam itu, di waktu-waktu terakhir perhitungan, beliau berkata, “takbir !” dan disambut dengan takbir –mungkin ini takbir yang paling kencang yang pernah saya pekikkan- “ALLAHU AKBAR”..”takbir !” ..ALLAHU AKBAR..”takbir !” ALLAHU AKBAR !!

Takbir yang menyejarah menggelegar digelanggang mahasiswa malam itu..era baru dunia dakwah kampus UGM pun dimulai..

Banyak hikmah yang bisa diambil, ini menandakan bahwa kita harus terus berbenah..yang jelas dengan tegas saya katakan, “SAMPAI KAPAN PUN, DIMANA PUN, DENGAN ATAU TANPA LEMBAGA, KAMI SEMUA AKAN TERUS BERDAKWAH, HINGGA TERWUJUDNYA ISLAM SEBAGAI RAHMATAN LIL ‘ALAMIN !! “

Suatu saat akan terbukti, siapakah yang paling professional, siapakah yang kontributif, dan siapakah yang paling baik amalnya dihadapan Allah..mari kita buktikan kawan, siapakah yang paling baik amalnya,.
Kami semua akan terus beramal, terus berkontribusi untuk Indonesia dan untuk Agama Allah.,yang jelas dengan tegas saya katakan, “SAMPAI KAPAN PUN, DIMANA PUN, DENGAN ATAU TANPA LEMBAGA, KAMI AKAN TERUS BERKONTRIBUSI DEMI BANGSA DAN TANAH AIR INDONESIA, DEMI AGAMA ALLAH YANG MULIA”

Tetap berjuang kawan..perkuat keimanan, pererat ikatan ukhuwwah..tetap istiqamah hingga berjumpa dengan Rabb yang agung Allah ta'ala..mari kita sambut dengan senyuman dan semangat membara, "era baru dakwah kampus UGM"

Wednesday, November 9, 2011

Kehilangan Qudwah


Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Alhamdulillah..Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aliy Muhammad
………………………………………………
Saya bingung harus mulai dari mana ketika membicarakan tentang ini. Setelah lebih kurang 3 tahun berkecimpung dalam dakwah kampus, baru kali ini merasakan ini…merasakan tidak ada satu orangpun yang mampu dijadikan Qudwah. Sebagai angkatan yang paling tua, saya sadar bahwa seharusnya saya lah yang berusaha untuk mengkondisikan diri dengan baik hingga dapat dijadikan contoh bagi yang lainnya. Hanya saja, sampai saat ini saya merasa belum cukup pantas untuk dijadikan contoh bagi yang lainnya. Untuk itu, tulisan ini bermaksud untuk mengingatkan teman-teman seperjuangan begitu pula diri saya.

Kondisi saat ini (bagi saya) benar-benar memperihatinkan. Kader dakwah saat ini telah terbawa oleh arus besar kemajuan teknologi yang mempermudah komunikasi. Seharusnya perkembangan teknologi dan alat komunikasi dapat membuat kemajuan yang significant terhadap gerakan dakwh karena bisa mempermudah komunikasi, tapi akhirnya…masalah komunikasi justru menjadi problem klasik yang terus terjadi, berulang dan berulang dari tahun ke tahun..lalu, apa manfaat dari kemajuan teknologi dan alat komunikasi terhadap kerja-kerja dakwah hingga saat ini ??

Kader dakwah saat ini tidak mampu membatasi dirinya terhadap aktivitas-aktivitas mubadzir yang menghabiskan waktunya sia-sia. Komunikasi berlebihan lewat FB yang tidak bermuatan, interaksi bebas yang dapat mengurangi keberkahan (mungkin) terus saja dilakukan. Dalihnya sangat bagus, “refreshing” sejenak…ya..boleh lah refreshing sejenak..tapi kenapa aktivitas dakwahnya setelah itu sama sekali tidak ada peningkatan ??? di FB, komunikasi terlihat lancar, berinteraksi dengan sangat cair, begitu bebas..tapi, ketika di sms untuk membahas agenda dakwah, tidak dibalas..sms syura yang meminta konfirmasi “bisa atau tidak” saja tidak dibalas..dimana efek “refreshing” yang seharusnya menyegarkan aktivitas kita ?? atau memang “refreshing” di FB atau apapun telah menjadi aktivitas utama kita saat ini ?? setiap orang pasti akan berupaya untuk senantias husnudzan terhadap saudaranya,,sayangnya saudaranya itu sendiri yang menutup pintu-pintu yang dapat memberikan alasan kuat untuk senantiasa berhusnudzan dan membuka dengan lebar celah-celah dzan di dalam hati yang dapat menimbulkan suudzan.

Kita semua sangat paham, bahwa kita memiliki bagian kehidupan lain selain dakwah yang perlu diperhatikan. Oleh sebab itu terkadang sesi tanya-tanya kabar sering diselipkan ke dalam syura untuk mengetahui keadaan saudara kita, apakah sedang ada masalah..atau sangat memerlukan bantuan..atau sedang senang dan ingin dibagikan kepada teman yang lain..hal itu dilakukan untuk memfasilitasi kita semua agar tidak merasa dikuras tenaganya untuk aktivitas dakwah. Kita semua juga sangat paham, bahwa terkadang masalah-masalah kita sangat tidak pantas untuk disampaikan di forum, karena merupakan hal yang pribadi..melihat kondisi itu, dicoba untuk menggunakan sms untuk memfasilitasi..agar kondisi kita hanya diketahui oleh orang yang benar-benar kita percayai dan bantuan pun dapat kita terima…tapi…ternyata sekarang hal ini tidak begitu efektif. Para aktivis lebih tertarik menyampaikan masalahnya ke FB untuk dinikmati hal layak ramai, hingga terkadang saya melihat ada beberapa hal yang sangat personal yang tidak perlu disampaikan ke halayak ramai justru disampaikan..sebenarnya apa yang kita inginkan ?? comment dan like ?? ketika ditanya di forum tidak di jawab, di sms tidak dibalas (dengan alasan menjaga komunikasi) tapi di FB..semua dikeluarkan, bahkan tak jarang sesuatu yang tergolong aib pun disampaikan…comment dan like pun berdatangan, komunikasi bebas tak beralasan pun terjadi..lalu, ada dimana komitmen menjaga komunikasi ??
Kenapa kita berusaha menghindari sms “berbau” dakwah dan mengutamakan comment2 bebas tak bermuatan (bahkan cenderung negative dampaknya) ??

Dulu..aktivis dakwah adalah orang-orang yang terlihat sangat kokoh..teguh pendiriannya terhadap syari’at..mereka terlihat demikian karena mereka mampu menahan diri dari mengumbar aib mereka..karena mereka mampu berusah untuk menjaga interaksi baik lewat sms apalagi di dunia maya yang diketahui oleh orang banyak..semua itu mereka lakukan karena mereka sadar bahwa mereka telah terlabeli sebagai kader dakwah..mereka harus kokoh..mereka harus berkomitmen terhadap syari’ah..kapanpun, dimanapun…
Mereka tidak pernah takut dikatakan kolot..mereka tidak pernah bergoyang dari pendiriannya hingga mereka dikenal dengan orang-orang yang ideologis..mereka tetap berupaya untuk memperbaiki diri agar menjadi mukmin yang shalih/shalihah tanpa membatasi diri mereka terhadap interaksi sosial hingga mereka tidak cenderung dikucilkan..bahkan dengan paduan kedua itu, mereka benar-benar mampu menjadi tokoh dan panutan dimasanya tidak hanya bagi kader dakwah..tapi bagi seluruh mahasiswa..begitulah contoh kecil dari rahmatan lil ‘alamin…

Lalu…masihkah kita tetap ingin menjadi seperti ini ?? tertelan dengan kemajuan teknologi dan komunikasi, termakan oleh berbagai kosa kata baru…lebay..alay..ababil..ga gaul..ga keren..ikut-ikutan mencap perbuatan-perbuatan buruk dengan kata “gokil”..terjerumus menggunakan kata-kata “ga gaul” terhadap saudaranya yang menyediakan sedikit waktunya untuk berdiam di masjid menghafalkan al Qur’an…lalu..siapa yang akan dicontoh akhirnya ??? yang baik sekarang terlihat buruk..yang buruk terlihat baik…begitulah brand yang terbangun saat ini…sadarkah kalian ? kalian sedang dilihat dan diperhatikan..apapun yang kalian lakukan sering kali dijadikan pembenaran bagi yang lain untuk ikut melakukannya..so..berikanlah contoh yang baik J
haah..rindu Rasulullah.. T,T

Wallahu a’lam

Monday, October 31, 2011

Luruskan Niat...


Bismillaahirrahmaanirrahiim…
Hah…hujan rintik-rintik diluar sana, tak ada apapun yang bisa kulakukan. Ingin nonton TV, tapi saying waktuku jika hanya untuk menonton TV..Ingin tidur, tapi waktunya masih awal, jam 12 pun belum sampai…
Tiba-tiba terbesit didalam pikiranku, “untuk apa aku memilih profesi ini ?” Perawat…kenapa ? hmm…suasana hujan semakin menambah melankolis…
Melihat jauh kedepan, sepertinya masa yang akan datang tidak akan begitu mudah. Kenikmatan seperti saat kuliah mungkin akan semakin sulit dirasakan, kesibukannya mungkin akan semakin padat…bagaimana jadinya jika saya masih belum juga menghafal Qur’an ini saat masih kuliah ? apakah nanti saya masih memiliki waktu luang ?

Libur ?? sepertinya sebuah kata yang perlu dihapuskan dari kosakata kehidupan dimasa depan saat bekerja, kecuali jika memang ingin mengambil jatah cuti..bagaimana dengan keluargaku ? bagaimana dengan saudaraku ? bagaimana dengan dakwahku ? apakah masih ada waktu ??
Menelusuri berbagai kisah para tetuah yang sudah cukup berpengalaman dalam hal ini, melihat semuanya dari segala perspektif..ternyata itu semua tidak mudah..terlebih dengan adanya orang-orang yang mundur perlahan atau mengurangi aktivitas dakwahnya hanya karena kesibukan…saya tidak ingin seperti itu..
Hmm…kenapa bisa memilih profesi ini ??

Mencoba menilik kembali, melihat dengan teliti kisah-kisah mereka..dan ku dapati orang-orang hebat di sana…kenapa mereka bisa sebegitu kokohnya ??? terus bersabar..bergerak, meskipun kadang mereka benar-benar tidak memperdulikan diri mereka..hebat..semoga mereka bisa benar-benar istiqamah hingga berjumpa denganNya..

Jalan dakwah memang tidak mudah..jika mencari kesenangan dunia, maka bukan ini tempatnya..karena kami tidak memperhatikan itu,.ingin mencari popularitas ?? maka buanglah niat itu, karena disini kita bekerja dengan team..semua kesuksesan adalah kerja keras team..disini hanya aka nada cobaan dan ujian yang mendewasakan..

Memutuskan menjadi seorang muslim yang berprofesi sebagai perawat adalah keputusan yang luar biasa..tidak semua mampu melakukannya..mereka yang mampu melakukannya hanya orang-orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi..peduli terhadap orang lain..tidak suka menyombongkan diri..sangat pandai berkomunikasi..pandai menutupi masalah pribadinya dihadapan orang lain…mengorbankan hidupnya untuk mengabdi pada masyarakat..
Jika tidak memiliki itu semua..maka hampir bisa dipastikan orang-orang tersebut akan terhepas..so, teruslah berjuang..luruskan niat semua pengorbanan yang kita lakukan hanya untuk Allah..Semoga Akhirat dapat meresap dihati, dan dunia dapat dipegang dalam genggaman tangan..

Ibsin FK UGM, 31 okt 23.43

Thursday, September 15, 2011

Fenomena Ganjil Genap

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

                Belakangan ini dikalangan aktivis (terutama di fakultas saya) sering muncul diskusi tentang fenomena ‘ganjil-genap’. Apa itu fenomena ‘ganjil-genap’ ? check this out ! J

                Tepat pada tanggal 8-10 september 2011 dilaksanakan PPSMB (ospek) di Universitas Gadjah Mada, termasuk FK UGM tentunya. Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan untuk terlibat dalam PPSMB sebagai panitia. Pada PPSMB 2011 ini saya kembali lagi memilih menjadi pemandu PPSMB, ini adalah yang ketiga kalinya berturut-turut saya berpartisipasi dalam PPSMB sebagai pemandu.

                Banyak sekali rasa yang tersirat di dalam hati, ada rasa sedih, karena dengan datangnya 2011 maka 2007 telah lulus dari kampus, so…tinggallah kami (2008) sebagai angkatan tertua di kampus, hati ini sering bertanya-tanya kemudian “lalu..siapa lagi yang akan kupandang sebagai panutan setelah tidak ada lagi kakak angkatan di kampus ? bagaimana harus bertindak sebagai panutan yang baik untuk adik-adik ?”..meskipun demikian, senangpun tetap menghampiri, menemani rasa sedih di hati. Senang, melihat adik-adik 2011 yang penuh semangat. Banyak sekali rasa, sulit untuk dilukiskan dengan baik, tapi rasa itu indah di hati seperti pelangi yang warnanya bercampur menimbulkan keindahan dilangit, enghasilkan keteduhan hati saat memandang.

                Banyak sekali pertanyaan yang timbul dalam hati, termasuk diantaranya terbesit, “waah..ini angkatan ganjil ya..akankah sama seperti tahun-tahun sebelumnya ?”. Mungkin diantara orang-orang yang membaca bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan angkatan ganjil ?

                Entah sejak kapan mitos ini dimulai, yang jelas, beberapa fakta membuktikan bahwa angkatan genap adalah lebih baik dibanding angkatan ganjil, bahwa angkatan ganjil adalah anak-anak yang cukup sulit diberikan masukan dan usulan. Awalnya saya tidak percaya akan hal ini, tapi beberapa kisah dan fakta yang saya lihat membuktikan itu semua, lalu muncul pertanyaan di benak saya, “kenapa bisa jadi kayak gini ?”. saat saya baru saja menjabat sebagai ketua lembaga, saya bertanya kepada pengurus sebelumnya (2007) sebagai pertimbangan untuk mengembangkan lembaga pada tahun kepengurusan saya, lalu apa jawab beliau ? beliau menjawab, “dek, jangan lihat kepengurusan kami dek, lihat saja kepengurusan 2006, ada banyak hal baik yang bisa diambil pelajaran”. Setelah kepengurusan saya berjalan, seorang kakak 2007 bertanya tentang kondisi anak-anak 2008, setelah mendapatkan jawaban dari saya beliau berkata, “enak ya 2008, ukhuwahnya di wujudkan lewat tindakan (rihlah, makan2, ngasih hadiah, dll), kompak...solid…g kyk 2007, masa ada anak 2007 yang blg ‘ukhuwah kita dihati saja sudah cukup’..”. ditambah lagi dengan track record angkatan genap yang cenderung baik, 2002 saya sebut sebagai awal kemapanan KaLAM sejak pertama kali terbentuk, dimotori oleh mas Aldi KaLAM akhirnya memiliki konsep kaderisasi yang mapan dan beralur, saat itu diberi nama Daurah Marhalah (DM) sekarang berganti nama menjadi LK. Dahulu konsep ini sangat ditentang oleh pengurus, karena akhirnya akan menipiskan peluang orang-orang untuk berkecimpung dalam KaLAM karena prosesnya yang panjang. Saya sangat ingat beliau berkata, “waktu itu saya katakan kepada forum : lebih baik saya memiliki 3 orang yang komitmen menggerakkan KaLAM dari pada banyak orang tapi tidak memiliki komitmen terhadap KaLAM.” Ya…itu memang benar, dengan konsep seperti itu maka akan terlihat siapakah yang komitmen, dan orang-orang yang berhasil lolos dari setiap DM akan memiliki kebanggaan tersendiri berhasil menjadi anak KaLAM dengan proses yang panjang. Entah bagaimana caranya, konsep kaderisasi berjenjang ini akhirnya dapat ditemui di seluruh SKI di UGM. Tapi perlu dipahami, konsep yang disampaikan oleh beliau tidak selonggar konsep saat ini yang penuh dengan toleransi.

2004 (kata fakultas lain) merupakan masa-masa kejayaan KaLAM, semua fakultas kenal dengan KaLAM bahkan ditingkat Nasional KaLAM menjadi LDFK terbaik se Indonesia. 2006 berhasil muncul dengan inovasi-inovasinya dan lebih terbuka terhadap masyarakat FK. 2008 (konon katanya) yang paling solid.

Tidak hanya di KaLAM, keluhan yang sama pun terjadi dalam lembaga-lembaga lain di FK. Meskipun demikian, saya tetap meyakini bahwa ini adalah mitos bodoh yang insya Allah dapat kita perbaiki. Ada beberapa fakta menarik yang perlu kita pahami dari angkatan ganjil, yang bagi saya itu adalah kelebihan yang mereka miliki. Mas Dana (2001) menjual TV-nya untuk dibelikan hijab agar syura-syuranya dapat dipisahkan tempat ikhwan-akhwat. 2003, Mas Eka dkk mengadvokasi agar KaLAM memiliki secretariat, walhasil, mereka berhasil mendapatkan sekretariat di masjid ibnu sina lantai 2. 2005, pelaksanaan antibiotic 2 FULDFK. Meskipun acara ini dipersiapkan sejak kepengurusan mas Fajrin (2004), tapi kesuksesannya tidak lepas dari kinerja mas Ipung dkk. Begitulah fakta-fakta menarik angkatan ganjil yang dilupakan orang-orang hingga menyepelekannya.

Mungkin memang terdapat kekurangan mendasar yang perlu diperbaiki. Kalau boleh saya berpendapat, mungkin kekurangan itu adalah ukhuwah (seperti yang dikatakan di atas). Hal ini dikuatkan dengan pendapat kakak kelas 2005 yang mengatakan bahwa angkatan genap itu memang lebih solid. Tidak ada yang memungkiri setiap pribadi-pribadi dari angkatan ganjil, mereka adalah orang-orang hebat. Hanya saja kehebatan mereka hanya pada diri masing-masing, mereka tidak memadukannya dalam sebuah ukhuwah yg solid. Mungkin karena mementingkan diri sendiri. Beberapa orang terkesan meninggalkan amanah untuk urusan pribadinya, dengan masalah pribadinya yang sebenarnya masalah itu juga dialami oleh teman-teman seamanahnya (akademik contohnya) hingga banyak diantara temannya yang terkorbankan. Mungkin mereka tidak bermaksud seperti itu, hanya saja mereka terlalu diam, tidak mengkomunikasikannya dengan teman lainnya.

Dahulu, saya pernah berupaya untuk memutuskan mitos ini di tahun 2009. Tapi banyak sekali nada sumbang yang pesimis bahwa hal ini akan berhasil, akhirnya saya pun tidak berupaya semaksimal mungkin dan membiarkan semua berjalan begitu saja. Tapi…untuk 2011, saya tidak akan bersiam diri lagi. Ini harus diputuskan sampai disini. Mereka (2011) memiliki potensi yang rindu untuk dikembangkan, mitos ganjil-genap jangan sampai menjadi penghalang kita untuk membantu mereka mengembangkan diri. Jangan under estimate karena boleh jadi, mereka (sebenarnya) lebih baik dari kita. Satu hal yang sangat saya suka dari anak-anak angkatan ganjil yaitu mereka adalah orang-orang yang calm dan bijak hingga pantas untuk dijadikan panutan.

Mungkin angkatan saya memang cukup jauh untuk bisa menjangkau mereka, tapi..saya memiliki adik2 2010 yang juga memiliki pemikiran yang sama untuk mmemutuskan mitos ini. Semangat ! semoga bermanfaat untuk FK kedepan J

Allahu a’lam

Thursday, July 28, 2011

Dakwah Kampus (1)

Tidak ada lagi pihak yan meragukan bahwa betapa pentingnya dakwah kampus. Disinilah tempat berkumpulnya generasai penerus bangsa. Akan baik atau tidak bangsa kita pada masa yang akan datang ? semuanya dapat diprediksi dengan melihat wajah-wajah generasainya, sifat-sifatnya, serta karakter generasinya. Demikian pula pentingnya kampus ini untuk mengembalikan kejayaan Islam sehingga kampus tidak pernah lepas dari garapan dakwah.

Kampus memang bukan tempat terakhir, bukan pula hasil akhir. Kita berharap dakwah kampus dapat menghasilkan generasi yang peduli dengan islam, memiliki pemahaman Islam yang Syamil dan berusaha memperjuangkannya. Dimana akan memperjuangkannya ? nanti..saat kita semua telah memasuki dunia pekerjaan, ketika kita telah memasuki ranah publik. Lalu untuk apa berjuang dikampus ? ya…kita berjuan untuk membangung generasi, mematangkan pemikiran, memberikan pelajaran yang berarti hingga siap bertualang menyebarkan islam dan menjadikan Islam sebagai petunjuk dalam setiap sendi kehidupan.

So…dakwah kita bukan berakhir ketika kita lulus kuliah, melainkan perjuangan yang sebenarnya baru akan dimulai. Saya mengingatkan, don’t be futur…karena ini belum ada apa-apanya.

Dakwah kampus ini begitu sangat penting posisinya dalam membangun generasi, tapi mahasiswa sendiri tidak menyadarinya. Segala aktifitasnya dikerjakan seadanya, sesuai keinginannya bukan kemampuannya. Punggawanya tidak berani mengambil resiko, sehingga dakwah terkesan moton, tak ada variasi. Tidak berani mengambil langkah-langkah baru, sulit memunculkan ide baru, semua dijalankan hanya berdasarkan “Tahun lalu juga kayak gini kok”. Jika terus begini, tidak akan berkembang dakwah ini. Jika terus begini maka saya akan berkata “hebatlah para pendahulu yang mempunyai inisiatif dan kreatifitas dalam membangun konsep bangunan dakwah kampus”. Tak masalah memang jika ingin melaksanakan program lama tapi jangan lupa dianalisis terlebih dulu apakah masih layak dengan kondisi sekarang atau tidak, atau mungkin bisa ditambahkan dengan sedikit variasi agar tidak membosankan.

Dakwah kampus saat ini mulai kehilangan ruhnya. Segolongan orang yang mulai mengkotak-kotakan lini dakwah kampus, menghilangkan integralitas yang harusnya dipegang kuat dalam menjalankan roda dakwah kampus. Mereka mulai meninggalkan simat keshalihan dengan anggapan agar mudah bergaul. Jarang muncul di masjid dengan alasan mad’u dakwah kita ada diluar sana. Mereka tidak menyadari secara perlahan mereka mulai menjauh dari muwashafat seorang kader dakwah, mereka mulai jarang muraja’ah hafalan apalagi menambah hafalan. Mereka mulai jarang menghadiri kajian apalagi membaca buku-buku agama. Mereka telah seperti teko yang kosong, ingin menuangkan air (ilmu agama) ke setiap gelas (mad’u) tapi sayang air (ilmu agama) nya tidak ada. Aneh ! aneh sekali ! lalu apa sebenarnya yang ingin disampaikan ?!!!

Dakwah kampus saat ini mulai memasuki fase kejenuhan yang nyata. Masalah yang dihadapi itu-itu saja, aktivisnya lemot-an, tidak cepat menanggapi isu  dan momentum besar. Aktivisnya hilang timbul, seperti botol yang mengarungi lautan, kalau syura jarang datang tapi kalau rihlah muncul terus, kalau ada kajian nggak pernag datang kalau nonton bareng datang. Ada juga yang “sok-sok an” kalau nonton bareng atau rihlah untuk mempererat ukhuwah nggak mau datang, alasannya “ane punya cara sendiri untuk meningkatkan ruhiyah ane, rihlah itu buang-buang waktu”. hah…jangan egois akhiy…ukhty…teman seperjuangan kita memiliki banyak karakter, ada yang kuat ada yang perlu dikuatkan, ada yang cepat ada yang perlu dipercepat langkahnya. Kita harus saling memahami akhiy…ukhtiy…bagi yang Cuma suka acara senang2, sadarilah ! bahwa teman antum bersusah-susah dengan amanahnya disaat yang sama antum tertawa riang, andai saja antum turut membantunya berpikir dan ikut sedikit bersusah-susah dengan dia maka ukhuwah akan semakin erat. Bagi yang merasa sudah kuat, jangan “sok-sok an” akhiy..ukhty..sadarilah ! bahwa dakwah ini memang berat, terkadang kita memang butuh sedikit hiburan –berhibur tiada salahnya, asal tidak berlebihan, andai saja antum ikut dalam rihlah dan semacamnya yang mempererat ukhuwah, antum dapat berbagi dengan yang lain tentang masalah antum dan antum dapat menguatkan teman-teman yang masih perlu dikuatkan. Dan ukhuwah ini akan menjadi lebih indah, indahnya saling memahami.

Entah sampai kapan kita akan seperti ini. Kita masih saja berkutat dengan masalah kita sendiri, ada yang lepas karena beratnya amanah, ada yang lepas karena merasa muatan dakwahnya kurang, ada juga yang kena VMJ. Hmm…saya juga tidak tau akan sampai kapan, mungkin kita memang belum lulus ujian ini sehingga Allah terus menguji kita kembali dengan hal yang sama.

Segeralah bangkit !!! agar kita bisa berseru dengan mantap kearah mad’u, karena tubuh kita telah kokoh dan kuat menunjukkan ukhuwah islamiyah. ini juga menjadi evaluasi bagi saya yang masih berkecimpung di dunia 
dakwah kampus. semoga bisa diambil hikmahnya.

Allahu A'lam

Tuesday, June 21, 2011

Akhwat Genit ?? apaan tuh ?


Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain,” (HR. Muslim, no. 2564).
Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat.
Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat.

Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai di dalam tulisan saya ini.

Demi Allah, sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar’inya (pakaian muslimah yang sesuai ajaran Islam), melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, keistiqomahan seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar’i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian.
Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, dan sungguh Allah tidak akan memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.
Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar’i, . . .
Namun sayang sungguh sayang, sebagian akhwat yang berhijab syar’i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar’i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari’at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wal’iyyadzubillah!.
Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang disebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari’at. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar’i.
Akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar’i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.
Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari’at.
Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu,” (HR. Muslim). Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis.
Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik, namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya.
Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik, namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya.
Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya.” (QS. An-Nur : 24).
Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.
Ciri-ciri akhwat genit:
1.    Berpakaian yang mengundang pandangan
Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.
2.    Senang dilihat
Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.
3.    Kata-kata mesra yang Islami
Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan kata-kata mesra kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. misalnya; Jazakallah yach akhi; Akh, antum bisa saja dech; Pak, jangan sampai telat makan lho; sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang qowi; Kaifa haluka akhi; minta tausiah dunks; Akh, besok syura jam 9, jangan mpe telat lhoo..
4.    SMS tidak penting
Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan Afwan atau Jazakallah.
5.    Banyak bercanda
Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.
6.    Tidak khawatir berikhtilat
Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.
7.    Berbicara dengan nada
Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari’at. Allah Subhanahu Wa Ta’alaberfirman yang artinya: “Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf.” (QS. Al Ahzab: 32).
Para ulama meng-qiyaskan (menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.
Mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syari’at. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: “Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (HR. Muslim).
semoga bermanfaat bagi saudara & saudariku seiman, saya hanya berusaha mengingatkan sesama muslim... n_n
eramuslim.com

Friday, May 20, 2011

Promkes Lansia

Alhamdulillah...
Tugas yang ga jelas awalnya...
tapi, akhirnya melegakan...berakhir dengan cukup memuaskan...skalian digunakan untuk refreshing akhir pekan ditengah padat dan penatnya tugas dan aktivitas kuliah...
terima kasih buat team pertama promkes lansia... :)
senang bersama kalian...
ini akan menjadi pengalaman yang berharga buat kami, PromKes Lansia perdana...PSIK FK UGM angkatan 2008.